Sair yang kau tuliskan untuk ku, mengingatkan ku pada satu malam ditepi pantai kuta.
Riuh riak gelombang air laut bergantian menjulurkan tangannya dipasir tepi pantai, mengalunkan irama dan bersenandung merdu.
Desir angin laut yang terdengar berbisik ditelinga ku tentang puisi-puisi cinta, membuat wajah ku merah merona.
Pasir putih pun menyambut ku ramah saat itu, dan menggelarkan kristal-kristal putihnya, menjadikan peraduan mempersilakan ku duduk diatasnya.
Cecurut yang tiba-tiba berlari mendekatiku, menyapa ku ramah dengan suara mungilnya dan tersenyum menatap ku.
Bersama mu disinari cahaya bintang, melepas kerinduan yang terpendam diantara kita, diatas gerayan peraduan yang tercipta dari kristal pasir putih, diiringi nyanyian ombak dan puisi cinta sang angin pantai.
Akulah ratu malam itu,
yang ditemani wajah penuh cinta dan dekapan hangat tubuh mu, dan tak ingin ku lepaskan.
yang ditemani wajah penuh cinta dan dekapan hangat tubuh mu, dan tak ingin ku lepaskan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar