Minggu, 30 Januari 2011

Cerita Tentang Hati



Hari ini aku bercerita tentang hati ku,
dan kata yang harus terucap.
Karena terkadang logika tak mampu melawan hati,
namun mencoba mengimbangi.
Saat hati mulai meraja dan bertahtah,
semua akan terwujut walau ujungnya tak pernah tampak,
semua akan terasa indah, manis, lembut, dan mempesona…
tak ada cela sedikit pun tuk dapat menatap jelas kedepan.
Itulah hati mampu merasakan namun tak mampu meyakinkan.
Saat hati membuai dengan kelembutan dan kehangatannya,
ketika itu logika hadir slalu dengan keterlambatannya,
protes, naik banding, dengan segala alibi dan bukti otentik,
membuat kebimbangan rasa, keraguan asa, keterpurukkan harapan.
Namun kata tlah terucap, ikrar tlah terpatri,…
dan kini logika hanya mampu mengiringi dan mengimbangi hati,
karna waktu terus berputar, karna kehidupan harus dijalani.
Karna hati bertahtah lagi.

Jumat, 07 Januari 2011

Ku mencoba menulis kata demi kata tentang kita,
tentang hari yang tak lama berganti,
namun mampu mengikat dua jiwa yang berbeda namun satu asa.
Mencoba wujudkan harapan masa depan,
walau tak pernah tau apa kelak yang kan terjadi esok, lusa dan nanti.

Ikrar tlah terpatri,
segenap jiwa mencoba tuk realisasi, berdua dengan harapan yang tak pernah mati.

Namun simalakama,
satu jiwa bertahan dengan ikrar yang tlah terucap dengan jiwa yang lain,
tapi tetap terus berharap dengan kedua jiwa yang tlah menjadi belahan diri.

Egois memang, tapi tak mampu menahan hasrat hati, insting dan intuisi.
Berharap mampu lewati dengan bahagian bersama jiwa-jiwa yang ada.