Minggu, 28 November 2010

( K _ S _ N G )

Kerinduan datang dalam diam,
rasa hampa, 
sunyi dan kekosongan membuat jiwa yang hampir mati 
tenggelam dalam kenestapaan.
Jiwa yang terbelenggu ragu, 
Jiwa yang terpasung kekecewaan,
Jiwa yang terjerat luka, dan jiwa yang tak mampu berontak.
Namun mencoba tuk terus bergerak dalam pasung baja kekecewaan,
Mencoba tuk terus berlari dari jeratan yang membuat luka dan membekas dalam diri.
Mencoba berontak dengan smua kekuatan dari ketidak berdayaan diri.
dan berharap semua segera berakhir dan berlalu pergi.
Hanya tinggal kedamayan dalam akhir tidur panjang.

Jumat, 26 November 2010

" M E M O R Y "

Sair yang kau tuliskan untuk ku, mengingatkan ku pada satu malam ditepi pantai kuta.
Riuh riak gelombang air laut bergantian menjulurkan tangannya dipasir tepi pantai, mengalunkan irama dan bersenandung merdu.

Desir angin laut yang terdengar berbisik ditelinga ku tentang puisi-puisi cinta, membuat wajah ku merah merona.

Pasir putih pun menyambut ku ramah saat itu,  dan menggelarkan kristal-kristal putihnya, menjadikan peraduan mempersilakan ku duduk diatasnya.

Cecurut yang tiba-tiba berlari mendekatiku, menyapa ku ramah dengan suara mungilnya dan tersenyum menatap ku.

Bersama mu disinari cahaya bintang, melepas kerinduan yang terpendam diantara kita, diatas gerayan peraduan yang tercipta dari kristal pasir putih, diiringi nyanyian ombak dan puisi cinta sang angin pantai.

  Akulah ratu malam itu, 
yang ditemani wajah penuh cinta dan dekapan hangat tubuh mu, dan tak ingin ku lepaskan.

C I N T A T A K S A M P A I

Sesaat....., waktu terhenti.

Sesaat rasa tertinggal dalam angan yang hilang,
yang tak pernah kembali tuk nyatakan satu asa dan rasa.

Hanya ada satu nama dalam hati yang kan terukir indah.

Dan mengalir dalam setiap titik darah dan hembusan napas.

............ Walau tak pernah dimiliki.

Kamis, 25 November 2010

<<< G U R U _ K U >>>

Kami berjalan menuju kesempurnaan, 
Manakala kami merasa diri ini adalah angkasa tanpa tepi, 
lautan tanpa pantai, api yang terus berkobar, dan sungai yang terus mengalir.

Namun, takkan ada perjalanan, takkan ada kesempurnaan dan takkan ada semangat yang berkobar.
Tanpa asuhan mu guru ku.
Hadirmu bagaikan sang fajar yang menyinari dunia,
Hadir mua laksana embun penyejuk dalam kehausan, bagi kami tunas - tunas hari esok.

Dan ingatkah engkau teman-teman ku,
saat kedatangan kita, saat merasa  inilah rumah ku,
Ini adalah saudara-saudara mu,
inilah orang tua kita semua.

Dan kini tiba saatnya tuk lanjutkan jalan kita,
Kini saatnya tuk melangkah tanpa ada beban dan ragu.

Trimakasih guruku, terimakasih saudara - saudara ku
Dan ingatlah hari ini saat kedatangan mu untuk tunas - tunas bangsa yang baru.
Namamu kan salalu dalam sanubari ku

Rabu, 24 November 2010

,, S A L A M T E R A K H I R "

"Dari mu yg terkasih"

Sebait puisi buatmu menjelang tidur.. ku lukis tentangmu dengan air mata sebagai tinta,,,dan hatiku sebagai tempat menoreh tiap hal tentang mu...Detik, jam, hari, bulan dan tahun

tersembunyi dibingkai terdalam sanubariku

agar tak ada yang bisa mengambilnya,dan takkan ada kata bagi para pengganti hati...hanya pemilik hati yang bisa melepaskannya.


"Untuk mu yang terkasih"

Hati yang kau torehkan dengan tintah air mata,,,
yang bercerita tentang kita...

membuat sipemilik hati tak mampu melepaskannya,,,

tertanam semakin dalam dan mengakar...
menjadi semak yang berbunga indah namun berduri...

tapi aku akan terus merawatnya....
untuk mu, untuk kita, untuk rasa yang tak pernah mati.

Karna hati kita tlah menyatu membeku dan membatu,
di dasar sanubari yang terdalam.

" R A P U H "

Slama ini aq mampu bertahan dgn 1 ranting yg q harap tak akan ada beban lain menggandoli q,
kubuang sedikit2 dmi sedikit smua beban yg q punya,
agar ranting dpt menahan q.
Dan aq berhasil.

Namun, ranting tlah rapuh diterpa panas dan hujan,
dan kini ranting itu tlah patah, dgn smua beban yg ada.

Aq tak ada tempat tuk bertahan lg karna tunas bru tlah tumbuh, menjejal q dan mendorong q bersama ranting rapu yg tlah patah.